Teks : Bupati saat meninjau Desa Jongkang
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengarahkan langkah besar menuju pengembangan kawasan baru di Kecamatan Tenggarong Seberang. Jongkang, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan lahan luas dan potensi belum tersentuh.
Di bawah agenda besar pembangunan daerah, rampungnya jembatan tersebut menjadi penanda awal transformasi Jongkang. Infrastruktur ini bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi membuka jalur ekonomi baru dan memperkuat konektivitas ke Samarinda maupun Balikpapan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa Jongkang telah masuk dalam rencana resmi pemerintah daerah sebagai kawasan kota baru yang modern, tertata, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Lahan di sana masih luas dan potensial untuk ditata dengan baik,” ujar Aulia
Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan Jongkang dapat berkembang layaknya pusat kota setara daerah metropolitan. Pemerintah berupaya menghadirkan fasilitas publik lengkap sebagai bagian dari penguatan pelayanan dasar dan pengembangan pusat ekonomi baru.
“Ke depan, kami ingin ada kawasan seperti di Balikpapan, lengkap dengan fasilitas umum seperti mal dan sekolah internasional,” lanjutnya.
Dengan posisi strategis yang kini semakin terbuka, Jongkang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru. Akses jembatan mempercepat waktu tempuh antarwilayah, sekaligus memperluas potensi investasi di sektor perdagangan, hunian, dan layanan masyarakat.
Efek pembangunan mulai terlihat dari aktivitas warga di sekitar jalur alternatif tersebut. Sejumlah masyarakat memanfaatkan lahan di sepanjang jalan untuk memulai usaha baru, menunjukkan tanda-tanda awal bergeraknya ekonomi lokal.
“Jadi nanti di sini kita harapkan beberapa fasilitas kemasyarakatan bisa kita hadirkan di kawasan Jongkang,” tutup Aulia.
Langkah awal transformasi Jongkang ini memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur menjadi pemantik perubahan wilayah, sejalan dengan visi besar “Kukar Idaman Terbaik” dalam membangun pusat-pusat ekonomi baru yang inklusif dan terhubung. (Adv/Prokomkukar/Zii)

