Kepala DPMD Kukar, Arianto.
Nagaraya.id, TENGGARONG – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan dengan serius. Salah satu inisiatif terbaru adalah melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara, Arianto, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan memberikan dukungan dan pelatihan yang diperlukan.
Dalam wawancara eksklusif, Arianto mengungkapkan komitmennya terhadap UMKM di daerah tersebut. Arianto menegaskan pentingnya peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat potensi besar dari UMKM untuk meningkatkan perekonomian desa. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan kepada pelaku UMKM di desa-desa,” ujar Arianto saat diwawancarai disela acara sosialisasi, Senin (5/8/2024).
Program yang digagas oleh DPMD ini mencakup berbagai aspek penting untuk pengembangan UMKM. Pelatihan yang diberikan meliputi manajemen bisnis, strategi pemasaran, hingga penggunaan teknologi dalam operasional usaha.
Selain itu, pendampingan secara berkelanjutan diberikan untuk memastikan pelaku UMKM dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara efektif.
Dengan adanya dukungan ini, Arianto optimis bahwa UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian desa.
“Kami berharap, dengan adanya program ini, pelaku UMKM dapat lebih mandiri dan produktif, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tutup Arianto.
Arianto menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM.
“Kami ingin produk-produk UMKM dari Kutai Kartanegara memiliki daya saing tinggi, baik di pasar lokal maupun nasional. Oleh karena itu, kami juga memberikan pelatihan tentang standar kualitas dan teknik pemasaran yang efektif,” ujarnya.
Selain itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa juga berencana untuk mengadakan bazar dan pameran UMKM secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi bagi produk-produk UMKM desa dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Dengan berbagai upaya ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk turut mendukung dan berpartisipasi dalam program pemberdayaan ini,” tutup Arianto.
Program pemberdayaan ekonomi melalui UMKM ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran di desa-desa Kabupaten Kutai Kartanegara, serta menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. (Adv/DPMD Kukar)

