Seminar bertajuk “Potret Ekonomi, Kesempatan, dan Lapangan Kerja Pemuda di Kalimantan Timur” pada Kamis (7/11/2024).
Nagaraya.id, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dikenal sebagai pusat sumber daya alam, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi muda yang berpotensi menggerakkan ekonomi daerah. Dalam upaya memperkuat peran pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar seminar bertajuk “Potret Ekonomi, Kesempatan, dan Lapangan Kerja Pemuda di Kalimantan Timur” pada Kamis (7/11/2024).
Berlokasi di Gedung Jenderal Sudirman UMKT, seminar ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai jurusan. Antusiasme peserta mencerminkan semangat pemuda Kaltim yang ingin berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah di era transformasi digital dan industri kreatif.
Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, membuka diskusi dengan visi besar: menjadikan pemuda Kaltim sebagai motor penggerak pembangunan.
“Kami tidak hanya ingin mencetak generasi pekerja, tetapi juga generasi wirausaha yang mampu menciptakan peluang baru,” ungkapnya.
Menurut Rasman, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas pemuda menjadi kunci untuk membuka akses pelatihan keterampilan dan pendampingan bisnis. Dispora Kaltim, katanya, terus berkomitmen mendukung inisiatif yang mendorong kemandirian pemuda.
Sesi ini semakin menarik dengan kehadiran Sidik Amirullah, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim. Dalam paparannya, Sidik mengingatkan pentingnya teknologi sebagai alat strategis untuk membuka peluang ekonomi di era digital.
“Pemuda yang bisa memanfaatkan teknologi tidak hanya akan bertahan, tetapi juga akan menjadi pelopor dalam bisnis modern,” ujarnya.
Sidik juga memotivasi para peserta untuk berani mengambil risiko dan keluar dari zona nyaman.
“Peluang tidak datang begitu saja; kita harus menciptakannya,” tambahnya.
Kaltim sedang berada di titik perubahan besar. Dengan rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan transformasi ekonomi berbasis teknologi, peran generasi muda menjadi lebih krusial dari sebelumnya. Seminar ini diharapkan menjadi jembatan bagi pemuda untuk memahami dinamika peluang yang ada di depan mata.
Dispora Kaltim berharap kegiatan seperti ini mampu memantik semangat pemuda untuk aktif dalam pembangunan ekonomi.
“Kami ingin generasi muda Kaltim tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam perubahan besar ini,” kata Rasman di akhir diskusi.
Seminar ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi cerminan sinergi nyata antara pemerintah, akademisi, dan komunitas pengusaha muda. Dengan berbagai inisiatif seperti ini, Kalimantan Timur tidak hanya menyiapkan infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur manusia—generasi muda yang siap bersaing, berinovasi, dan memimpin di masa depan. (Jay/Yus/ADV/Dispora Kaltim)

