Ilustrasi.
Nagaraya.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) melihat peluang besar di balik dinamika anak muda dan perkembangan teknologi. Di tangan mereka, sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) tidak hanya menjadi lahan subur untuk inovasi, tetapi juga kunci menuju kemandirian ekonomi daerah.
“Kita punya generasi muda yang kreatif, berbakat, dan penuh semangat,” ujar Mardaretha, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, di sela-sela sebuah diskusi pekan lalu.
“Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi motor penggerak industri kreatif di Kaltim,” terangnya.
Sektor Ekraf memang tengah mencuri perhatian. Di tengah era digital, berbagai peluang terbuka lebar—mulai dari desain produk, seni pertunjukan, hingga pengembangan aplikasi dan media digital. Menurut Mardaretha, bidang-bidang tersebut tidak hanya menjanjikan keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu mengangkat nama Kalimantan Timur di pentas nasional, bahkan internasional.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidak melulu mulus. Mardaretha menekankan, keberhasilan di sektor ini membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas.
“Keseimbangan antara produktivitas dan menjaga kesehatan itu penting. Pemuda kita harus pintar mengatur waktu, baik untuk bekerja, beristirahat, maupun berolahraga,” tambahnya.
Ia mengingatkan risiko yang mengintai, terutama dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Ketergantungan pada gawai, misalnya, dapat memicu masalah kesehatan mental maupun fisik. Karena itu, Dispora Kaltim tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung, seperti pelatihan dan pendampingan, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat sebagai bagian dari strategi pembangunan Ekraf.
Tidak berhenti di situ, Mardaretha memiliki visi lebih besar: menjadikan pemuda Kaltim sebagai agen perubahan. Baginya, teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan konten-konten positif yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Ekonomi kreatif bukan sekadar soal keuntungan. Ini tentang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Pemuda Kaltim harus mampu menjadi inspirasi, membawa perubahan positif bagi daerah ini,” katanya.
Dengan kreativitas yang terus diasah, semangat wirausaha yang membara, dan dukungan pemerintah yang konsisten, Mardaretha optimistis sektor Ekraf akan menjadi kekuatan baru yang mendorong kemajuan Kalimantan Timur. Pemuda Kaltim, dalam pandangannya, bukan hanya bagian dari ekosistem kreatif, tetapi juga pelaku utama dalam menulis babak baru sejarah ekonomi daerah.
Sementara industri kreatif melaju kencang, satu pesan Mardaretha tetap relevan: “Berkreasilah tanpa melupakan diri sendiri. Seimbangkan kerja keras dengan menjaga kesehatan. Sebab, masa depan Kaltim adalah masa depan pemudanya.” (Jay/Yus/ADV/Dispora Kaltim)

