Teks : Bupati Kukar dalam agenda Pelantikan Pengurus KWT Kukar
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Pelantikan Ketua Umum dan Pengurus Kelompok Wanita Tani Nelayan (KWT) Kabupaten Kutai Kartanegara masa bakti 2025–2030 memberi penegasan bahwa peran perempuan di sektor pangan kini menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.
Upacara pelantikan berlangsung di Gedung Taman Teknologi Pertanian Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Senin (24/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum KTNA Kukar Edi Damansyah, anggota DPRD, perangkat OPD, Forkopimcam, camat, kepala desa, serta para undangan. Pelantikan dipimpin langsung Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri yang menekankan bahwa kelompok wanita tani memiliki kontribusi strategis bagi ketahanan pangan keluarga hingga tingkat kabupaten.
Aulia menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Maslianawati Edi Damansyah yang baru dilantik sebagai Ketua Umum KWT Kukar.
“Saya yakin, seyakin-yakinnya, di bawah kepemimpinan beliau ini menjadi semangat yang baik bagi kita,” ujarnya.
Menurut Aulia, KWT memiliki posisi penting sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan perempuan di bidang pertanian. KWT dinilai mampu memperkuat pendapatan keluarga melalui diversifikasi produk, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menggerakkan peran perempuan dalam pembangunan desa.
“Kesempatan ini sangat langka, manfaatkan sebaik-baiknya karena memiliki ketua dengan dedikasi dan pemikiran yang luar biasa,” katanya.
Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendukung produktivitas KWT, meliputi bantuan sektor pertanian dan peternakan. Namun Aulia menegaskan bahwa setiap penerima bantuan wajib mengikuti pelatihan dan pendampingan agar fasilitas yang diberikan dapat dikelola dengan tepat. Evaluasi terhadap bantuan-bantuan sebelumnya juga akan dilakukan untuk memastikan efektivitasnya.
Sebagai bagian dari implementasi Kukar Idaman Terbaik, pemerintah akan terus memperkuat pembinaan secara intensif kepada kelompok wanita tani. Aulia menilai KWT adalah tulang punggung pembangunan pertanian berbasis keluarga dan harus disiapkan agar mampu memberi dampak luas pada tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Karena itu, ia meminta perangkat daerah terlibat penuh mendampingi kelompok-kelompok perempuan ini agar benar-benar berkembang dan mandiri.
“Kami berharap pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar kapasitas dan kompetensi KWT semakin kuat mendukung pembangunan pertanian dalam arti luas,” ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Aulia menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan peran perempuan di sektor pertanian tidak hanya diakui, tetapi juga diperkuat melalui kebijakan dan dukungan nyata.
“Sebagai Bupati Kukar saya akan terus mengawal program Kukar Idaman Terbaik demi kemajuan daerah, dan KWT adalah bagian penting di dalamnya,” tutupnya. (Adv/prokomkukar/zii)

