Teks : Pasar Tangga Arung, Tenggarong
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Pembangunan Pasar Tangga Arung kini mendekati penyelesaian. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan langkah teknis terakhir sebelum fasilitas tersebut resmi digunakan awal Januari 2026.
Pasar baru ini menjadi bagian dari percepatan penguatan ekonomi masyarakat dalam visi Kukar Idaman Terbaik. Selama dua tahun terakhir, pedagang yang direlokasi ke Lapangan Pemuda menunggu kepastian penempatan kembali, yang kini mulai terlihat seiring rampungnya pekerjaan fisik.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, menjelaskan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau dan infrastruktur pendukung sepenuhnya dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, sementara Disperindag bertanggung jawab melakukan pengelolaan setelah proses serah terima.
“Kami hanya menyempurnakan pengaturan zonasinya saja, agar pasar ini tertata lebih baik dan nyaman,” ujarnya, pada Senin (24/11/2025).
Pasar Tangga Arung memiliki 703 unit bangunan yang akan diisi pedagang lama sesuai zonasi dagangan, mulai dari kuliner, tembakau, kelontong hingga kebutuhan lainnya. Disperindag memastikan penataan dilakukan lebih sistematis agar pasar mudah diakses dan tidak kembali kumuh seperti sebelumnya.
Setelah pengoperasian berjalan, pedagang yang menempati Lapangan Pemuda akan kembali dipindahkan. Disperindag juga akan mencatat ulang seluruh pedagang untuk memastikan data terbaru, termasuk perubahan yang terjadi selama relokasi.
“Disperindag akan melakukan proses daftar ulang untuk memastikan kondisi terkini pedagang,” tambah Sayyid.
Antusiasme masyarakat terhadap pasar baru ini cukup besar, terlihat dari banyaknya pendaftar baru yang ingin membuka usaha. Pemerintah menilai minat tersebut sebagai sinyal positif bagi dinamika ekonomi Kukar.
Di sisi lain, sebagian area bekas Lapangan Pemuda yang tidak digunakan pedagang akan diserahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk difungsikan sebagai sarana olahraga publik, seperti lapangan mini soccer dan basket mini.
Sayyid juga memastikan bahwa keberadaan Pasar Tangga Arung tidak akan mengganggu aktivitas Pasar Gerbang Raja Mangkurawang. Pasar Mangkurawang akan tetap beroperasi sebagai pasar pagi mulai pukul 02.00 hingga 10.00, sedangkan Pasar Tangga Arung dirancang buka hingga tengah malam. Perbedaan jam operasional ini memungkinkan kedua pasar saling melengkapi kebutuhan masyarakat.
Lebih dari sekadar lokasi transaksi, Pasar Tangga Arung diarahkan menjadi ruang publik terpadu yang menghadirkan rekreasi, edukasi hingga wisata keluarga. Pemerintah berharap pasar ini menjadi ikon baru Kota Raja sekaligus ruang yang aman dan nyaman bagi semua.
“Kami ingin pasar ini benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan,” tegas Sayyid. (Adv/Prokomkukar/Zii)

