Teks : Sekda Kukar, Sunggono di Perpustakaan LPP Kelas II Tenggarong
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata di Kutai Kartanegara kini menjangkau ruang yang jarang tersorot publik. Melalui kerja sama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar dan Gerakan Literasi Kutai (GLK), program literasi resmi menyapa warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong membuka peluang baru bagi mereka untuk belajar dan memulihkan diri.
Literasi di dalam lapas adalah wujud nyata dari dukungan pada pembinaan dan pemulihan warga binaan. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda seremoni.
“Ini langkah kecil yang bermakna. Kami ingin menghadirkan gerakan literasi dan semangat belajar untuk menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Riva melihat sinergi ini sebagai kekuatan baru untuk memperkuat reintegrasi sosial. Dengan bahan bacaan yang tepat, ia menilai warga binaan bisa membangun kembali kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah masa hukuman berakhir.
“Kami berharap proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan literasi ini,” tambahnya.
Apresiasi serupa datang dari Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang menilai literasi sebagai jembatan yang menghubungkan warga binaan dengan dunia luar.
“Ini bukan hanya bahan bacaan, tapi jembatan penghubung dengan dunia luar. Melalui kegiatan ini, tumbuh semangat baru bagi mereka bahwa masih ada kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,” ucapnya.
Sunggono menekankan pentingnya menyesuaikan bahan bacaan dengan kebutuhan para warga binaan. Ia juga membuka ruang partisipasi agar mereka dapat mengusulkan jenis buku yang relevan dengan minat dan kebutuhan pemulihan diri.
“Selanjutnya, warga binaan bisa menuliskan jenis buku yang mereka butuhkan. Buku-buku itu diharapkan menjadi referensi untuk menambah kemampuan dan pengetahuan dasar ketika mereka kembali ke masyarakat,” terangnya.
Ia berharap distribusi bahan bacaan dapat segera rampung agar manfaatnya bisa langsung dirasakan.
“Banyak yang sudah menunggu dan tidak sabar. Semoga bahan bacaan segera tersedia agar mereka bisa memanfaatkannya untuk perubahan positif,” pungkasnya.
Program literasi di Lapas Perempuan Tenggarong ini semakin menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam menjalankan misi pertama Kukar Idaman Terbaik, yakni memastikan pemenuhan dan pemerataan layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pemasyarakatan. (Adv/Prokomkukar/Zii)

