Teks : Sumber air bersih di Kabupaten Kukar
Nagaraya.id, KUTAIB KARTANEGARA – Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Kartanegara terus diperkuat melalui serangkaian program strategis yang dijalankan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Berbagai langkah prioritas mulai dari penyediaan air bersih, penataan kawasan, hingga relokasi warga terdampak bencana kembali digarap sebagai bagian dari pembangunan permukiman yang lebih layak dan berkelanjutan.
Penguatan layanan dasar menjadi fokus utama. Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil, menyampaikan bahwa perkembangan layanan air bersih di Kukar menunjukkan tren positif, meski pemerataan masih menjadi tantangan di wilayah pedesaan dan kawasan padat penduduk.
“Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa, memperoleh akses air bersih yang memadai. Hal ini terus kami dorong sebagai bagian dari tugas pokok kami,” ujarnya belum lama ini.
Untuk tahun 2026, Perkim Kukar menetapkan dua prioritas besar, yaitu optimalisasi layanan air bersih desa dan penataan permukiman kumuh. Penetapan sasaran dilakukan melalui pemetaan kebutuhan di setiap kecamatan untuk memastikan pembangunan lebih tepat dan sesuai kondisi lapangan. Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan lingkungan permukiman yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami menjalankan amanat visi Kukar Idaman Terbaik. Masyarakat harus mendapatkan tempat tinggal yang layak dan lingkungan yang mendukung kehidupan yang sehat,” kata Aidil.
Perkim Kukar juga menempatkan penanganan relokasi warga terdampak bencana sebagai program prioritas. Tahun depan, sebanyak 97 unit rumah relokasi disiapkan untuk warga dari Desa Muai (Kenohan) dan Desa Teluk Dalam (Tenggarong Seberang) yang terdampak longsor. Selain itu, warga di Purwajaya dan Loh Sumber juga akan mendapatkan pembangunan kembali rumah setelah proses verifikasi dipastikan selesai.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turut menjadi salah satu capaian penting Perkim Kukar. Hingga kini, sekitar 1.100 unit RTLH telah dibangun dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di berbagai kecamatan. Program ini dinilai sangat dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan tempat tinggal warga.
Tahun 2026, Perkim akan memperkuat pelaksanaan RTLH dengan menggandeng pemerintah desa agar pembangunan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dukungan kepemimpinan daerah turut memperkuat jalannya program. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa layanan dasar seperti air bersih, rumah layak huni, dan lingkungan tertata menjadi bagian inti dalam memastikan masyarakat hidup dengan kualitas yang baik.
“Air bersih, rumah layak huni, dan lingkungan yang tertata adalah kebutuhan dasar. Itu bagian penting dari 17 program prioritas Kukar Idaman, dan harus dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Melalui rangkaian langkah strategis tersebut, Pemkab Kukar optimistis kualitas hidup warga akan semakin meningkat. Sinergi antara Dinas Perkim, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kukar yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri. (Adv/Prokomkukar/Zii)

