Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading.
Nagaraya.id, Samarinda – Sorak sorai menggema di Atrium BigMall Samarinda ketika Kejuaraan Bola Basket 3×3 Piala Gubernur Kalimantan Timur 2024 mencapai puncaknya, Minggu malam, 3 November 2024. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi perayaan bakat muda dari seluruh penjuru Kaltim, dengan sembilan kategori usia mulai dari U-12 hingga U-23 yang siap mencuri perhatian.
Selama beberapa hari, lapangan 3×3 menjadi medan pertempuran sengit sekaligus panggung kreativitas anak-anak muda Kaltim. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyebut kejuaraan ini bukan sekadar soal kemenangan.
“Ini adalah arena pembinaan dan kesempatan bagi para atlet muda untuk menunjukkan siapa mereka,” ujar Rasman dengan bangga.
Kategori seperti U-23 Putra dan Putri hingga usia 12 tahun berhasil memikat para penggemar basket. Sorotan utama jatuh pada kemampuan para peserta yang tidak hanya bertanding dengan teknik, tetapi juga memperlihatkan semangat juang dan kerja sama tim yang solid.
Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kejuaraan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kalimantan Timur dalam mencetak atlet muda berbakat. “Kami berharap kompetisi seperti ini bisa menjadi agenda tahunan, membuka jalan bagi cabang olahraga lain untuk berkembang,” tambah Rasman.
Melibatkan mitra seperti PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Paragon Technology and Innovation, kejuaraan ini memberikan total hadiah hingga Rp60 juta. Namun, bagi para peserta, hadiah terbesar adalah pengalaman berharga dan mental bertanding yang terasah.
Para juara diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Kejuaraan ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju panggung yang lebih besar, baik nasional maupun internasional.
“Ini adalah waktu mereka untuk belajar, meningkatkan strategi, dan mengembangkan kemampuan. Kami akan terus mendukung mereka agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” tegas Rasman.
Kejuaraan Bola Basket 3×3 Piala Gubernur Kaltim 2024 tidak hanya mencetak pemenang, tetapi juga harapan. Harapan bahwa olahraga, khususnya basket, dapat menjadi jembatan untuk mimpi yang lebih besar. Samarinda bukan hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga awal dari cerita-cerita inspiratif yang akan terus bergema di dunia olahraga. (Jay/Yus/ADV/Dispora Kaltim)

