Teks : Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menyelaraskan program pendidikan dengan 17 program prioritas Bupati Kutai Kartanegara disebut berjalan tanpa kendala berarti. Meski demikian, sejumlah penyesuaian tetap membutuhkan waktu agar seluruh mekanisme sesuai dengan regulasi yang berlaku. Koordinasi pun terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait demi memastikan tidak ada hambatan dalam pelaksanaannya.
Seleksi penerima beasiswa juga sedang berlangsung. Program ini tidak hanya menyasar keluarga prasejahtera, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi siswa berprestasi yang dinilai mampu menjadi motor penggerak semangat belajar.
Sementara itu, penyaluran berbagai bantuan pendidikan terus dilakukan. Beasiswa pendidikan hingga perlengkapan sekolah seperti seragam gratis telah tersalurkan kepada peserta didik yang menjadi sasaran program.
Meski beberapa program sudah tuntas, salah satu bantuan bagi sekolah swasta masih menunggu realisasi dari APBD Perubahan. Namun, prosesnya berjalan beriringan dengan penyelesaian program pendidikan lainnya yang sudah memasuki tahap akhir.
Di tengah berbagai dinamika tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara tetap menjalankan perannya sebagai pelaksana program subsidi penunjang sekolah, bantuan kepada sekolah, serta pendistribusian beasiswa.
Keseluruhan program itu merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah. Melalui Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah berupaya memastikan tidak ada kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa pelaksanaan berbagai program itu telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan kini kembali berlanjut.
“Kita kan sudah jalan ini. Yang sudah jalan, sebelumnya sudah berjalan di tahun 2025 dan sekarang prosesnya lagi berlangsung,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa meskipun masih ada program yang menunggu realisasi anggaran, tujuan utama tetap tidak berubah: membantu masyarakat dan meringankan beban mereka.
“Memang untuk yang swasta masih menunggu APBD perubahannya, sementara yang lainnya sudah selesai semua. Targetnya jelas, agar bisa membantu masyarakat dan meringankan beban mereka,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan beasiswa tidak hanya menyasar mereka yang membutuhkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemicu motivasi bagi siswa berprestasi.
“Tujuannya meringankan beban orang tua dan memberikan motivasi kepada anak-anak Kukar agar lebih bersemangat bersekolah. Beasiswa berprestasi diharapkan bisa mendorong semangat belajar mereka,” terangnya.
Program-program inilah yang menurut Pujianto diharapkan dapat semakin baik dari tahun ke tahun selama periode lima tahun berjalan.
“Harapannya, program ini bisa berjalan lebih lancar dan mudah. Yang paling utama adalah koordinasi yang baik antar unsur. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, sehingga mereka merasa lebih ringan bebannya dan lebih senang tinggal di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/Prokomkukar/Zii)

