Teks : Agenda Pekan Pesta Rasa 2025
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Cahaya warna-warni yang menyelimuti Taman Kota Raja, Tenggarong, menjadi latar bagi pergeseran besar dalam konsep promosi UMKM di Kutai Kartanegara. Pekan Pesta Rasa 2025 tidak sekadar menampilkan keramaian kuliner, tetapi membawa misi memperkuat identitas Kukar melalui kekayaan cita rasa daerah.
Transformasi dari Gebyar UMKM menuju Pekan Pesta Rasa menunjukkan upaya pemerintah daerah memperluas cara mengenalkan Kukar, tidak hanya lewat wisata alam, tetapi juga melalui pengalaman kuliner yang lebih terkurasi. Ajang ini menjadi wadah bagi pelaku usaha baru hingga UMKM binaan untuk menampilkan produk yang telah melalui proses pembinaan.
Dalam penyelenggaraan kali ini, pengembangan wirausaha baru menjadi fokus penting. Sebanyak 21 dari 40 tenant merupakan pelaku usaha baru yang difasilitasi melalui program Jadi Pengusaha, yang mengusung konsep inkubasi bisnis mulai dari pemilihan usaha hingga legalitas.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan workshop dan lomba memasak berbahan dasar labu kuning serta ubi rambat dua komoditas pertanian terbesar Kukar yang diarahkan untuk mendukung hilirisasi sehingga produk tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah.
Memasuki inti acara, sambutan resmi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dibacakan oleh Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto.
“Ini kegiatan rutin pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMK. Diharapkan menjadi tempat memperkenalkan dan memasarkan produk-produk lokal yang sudah melalui proses seleksi dan pembinaan,” ujarnya.
Bupati juga menitipkan pesan bahwa kegiatan ini memiliki dampak lebih dari sekadar keramaian kuliner.
“Kita harapkan kegiatan ini mampu menjadi pendorong perekonomian Kutai Kartanegara serta meningkatkan kualitas produk UMK binaan pemerintah,” lanjutnya dalam sambutan yang sama.
Perubahan konsep kegiatan turut dijelaskan Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin. Menurutnya, Pekan Pesta Rasa memberi ruang bagi Kukar untuk dikenal sebagai daerah dengan wisata rasa.
“Intinya, kita ingin menjual Kutai Kartanegara bukan hanya lewat destinasi wisata, tetapi juga destinasi wisata rasa, wisata lidah yang bisa dinikmati masyarakat luar,” katanya.
Fathul juga menegaskan dorongan hilirisasi melalui lomba olahan labu dan ubi.
“Tujuannya mendukung hilirisasi produk pertanian. Agar komoditas ini tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi makanan bernilai tambah, bahkan bisa menjadi oleh-oleh khas,” jelasnya.
Antusiasme peserta datang dari berbagai wilayah, termasuk tenant dengan jarak terjauh dari Desa Sukamaju, Tenggarong Seberang. Hingga Oktober 2025, program Kredit Kukar Idaman telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.700 UMKM dengan total plafon lebih dari Rp32 miliar, sementara pencetakan UMKM baru mencapai 18.500 sejak 2021.
Pekan Pesta Rasa tahun ini kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pasar kuliner, tetapi sebagai ruang kolaborasi dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pekan Pesta Rasa 2025 menjadi lebih dari sekadar pasar kuliner, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, ekonomi, dan harapan baru bagi wirausaha lokal Kukar,” pungkas Fathul. (Adv/Prokomkukar/Zii)

