Teks : Kepala DPMD Kukar, Arianto
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya mengakhiri ketimpangan akses listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahap akhir. Dari 193 desa, kini tinggal empat desa yang belum menikmati layanan listrik penuh 24 jam. Pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah sudah terang sepenuhnya pada 2025 hingga 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya melalui program Permukiman Idaman Terbaik yang melanjutkan pengembangan program Terang Kampongku. Pemerintah daerah menegaskan, tidak boleh ada lagi warga di pelosok yang hidup tanpa penerangan listrik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menjelaskan, pemenuhan listrik dilakukan melalui dua pendekatan, yakni intervensi PLN dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Komunal.
Pada akhir tahun ini, dua desa di Kecamatan Kenohan yakni Lamin Pulut dan Lamin Telihan masuk dalam penanganan PLN. Keputusan itu diambil setelah rapat bersama Dinas ESDM Kaltim dan PLN.
“Info dari Dinas ESDM Kaltim dan pihak PLN. Tahun ini kerjain sekitar Oktober, November, dan Desember untuk dua desa itu, memang tidak ada kendala. Seandainya dana PLN itu sudah siap, itu akan dibangun karena sudah beberapa kali penundaan,” ujar Arianto, Minggu (23/11/2025).
Sementara itu, desa yang tidak memungkinkan disambungkan jaringan PLN karena kondisi geografis akan dipenuhi lewat PLTS Komunal. Dua wilayah yang diusulkan pada 2026 adalah Desa Sepatin dan Desa Persiapan Tanjung Berukang, yang selama ini masih bergantung pada pembangkit diesel.
“Mudahan-mudahan dana tersedia untuk memenuhi kebutuhan listrik Desa Sepatin dan Desa Persiapan Tanjung Berukang,” katanya.
Arianto menambahkan, program kelistrikan ini juga mendukung target ESDM Provinsi Kaltim untuk memastikan seluruh desa dan kelurahan telah teraliri listrik. Dari seluruh desa di Kukar, Lamin Pulut, Lamin Telihan, Sepatin, dan Tanjung Berukang menjadi empat wilayah terakhir yang belum menikmati listrik 24 jam.
DPMD Kukar juga menyoroti masih adanya dusun atau RT yang lokasinya terpisah dari pusat desa dan belum tersambung listrik, sehingga kepala wilayah diminta aktif melaporkan untuk percepatan penanganan.
“Jadi, tidak boleh lagi warga kita yang tidak menikmati listrik. Target kita seperti itu,” tegas Arianto.
Sejumlah daerah terpencil sebelumnya telah diintervensi, seperti Dusun Berambai di Tenggarong Seberang dan Desa Kedang Murung yang kini sudah teraliri listrik. Pemerintah daerah juga menuntaskan laporan Desa Kembang Janggut mengenai satu dusun yang belum menikmati layanan. Sebanyak 30 rumah kini telah mendapat listrik melalui PLTS Komunal.
“Karena ada laporan dari kades, sudah kita intervensi dengan PLTS Komunal karena tidak memadai membangun jaringan PLN. Sekarang sudah selesai 30 rumah,” pungkasnya. (Adv/Prokomkukar/Zii)

