Teks : Pembudidaya ikan di KUtai Kartanegara
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Produktivitas perikanan Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan capaian signifikan. Pada 2024, total produksi perikanan daerah ini mencapai 323.178 ton, hasil gabungan dari sektor budidaya dan tangkap. Angka tersebut menempatkan Kukar sebagai penyumbang lebih dari separuh produksi perikanan Kalimantan Timur.
Sumbangan terbesar berasal dari perairan umum daratan, sungai, danau, hingga kawasan budidaya air tawar. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, menyebut capaian itu memperlihatkan tingginya produktivitas sumber daya perikanan di daerah.
“Produksi kita kurang lebih sekitar 400 ribu ton, baik dari budidaya maupun tangkap. Itu nanti dicek lagi, tapi kontribusinya memang besar untuk Kaltim,” jelasnya, pada Rabu (26/11/2025).
Jika dirinci, sepanjang 2024 sektor budidaya menghasilkan 206.327,8 ton, sementara perikanan tangkap menyumbang 116.850,2 ton. Komoditas unggulan budidaya masih didominasi ikan nila, lele, patin, dan bandeng. Pada semester I 2025, tren produktivitas tetap stabil dengan capaian 108.402,6 ton dari budidaya dan 38.152,2 ton dari perikanan tangkap.
Muslik menekankan bahwa tingginya produksi harus diiringi kesiapan fasilitas hilirisasi. Karena itu, DKP Kukar terus membenahi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dermaga, serta fasilitas skala kecil di desa-desa perikanan agar hasil produksi tidak berhenti di rantai primer.
“Kami ingin bantuan dan fasilitas yang diberikan betul-betul memberi manfaat bagi pelaku usaha perikanan. Itu yang kita jaga sambil terus mendorong peningkatan produksi,” ujarnya.
Meski subsidi BBM langsung telah dihentikan, DKP Kukar memperluas akses energi bagi nelayan lewat pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Salah satunya adalah SPBN di Anggana yang dikerjakan bersama pihak swasta.
Selain itu, sejumlah desa diusulkan masuk program Kampung Nelayan Merah Putih agar berpeluang mendapatkan fasilitas tambahan seperti cold storage, rumah pakan, UPI, dan dermaga tambat.
Muslik menegaskan hilirisasi sebagai agenda jangka panjang DKP Kukar. Daerah didorong untuk tidak hanya menjual ikan dalam kondisi hidup, tetapi juga dalam bentuk olahan agar memiliki nilai tambah dan daya simpan tinggi.
“Kami berharap semakin banyak olahan agar bisa disimpan lebih lama dan pasar lebih luas,” tuturnya. (Adv/Prokomkukar/Zii)
Infografis: Capaian Perikanan Kukar 2024–2025
1. Produksi Perikanan 2024
• Total produksi: 323.178 ton
• Budidaya: 206.327,8 ton
• Tangkap: 116.850,2 ton
• Kontribusi: >50% produksi perikanan Kalimantan Timur
2. Komoditas Utama Budidaya
• Ikan nila
• Lele
• Patin
• Bandeng
3. Produksi Semester I 2025
• Budidaya: 108.402,6 ton
• Tangkap: 38.152,2 ton
4. Fokus Penguatan Fasilitas
• Pembenahan TPI (Tempat Pelelangan Ikan)
• Peningkatan dermaga
• Fasilitas skala kecil di desa perikanan
5. Akses Energi bagi Nelayan
• Subsidi BBM langsung ditiadakan
• Pembangunan SPBN (contoh: SPBN Anggana)
6. Program Penguatan Desa Perikanan
• Usulan masuk program Kampung Nelayan Merah Putih
• Fasilitas berpotensi diterima:
• Cold storage
• Rumah pakan
• Unit Pengolahan Ikan (UPI)
• Dermaga tambat
7. Arah Kebijakan DKP Kukar
• Mendorong hilirisasi perikanan
• Produk tidak hanya dijual hidup
• Penguatan olahan agar tahan lama dan pasar lebih luas
8. Pesan DKP Kukar
• “Kami berharap semakin banyak olahan agar bisa disimpan lebih lama dan pasar lebih luas.”

