Teks : Simpang Odah Etam, Tenggarong
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Rencana pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) Kutai Kartanegara untuk tahun 2026 mulai digodok. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan konsep awal yang lebih terarah untuk menjaga ruang ekspresi pelaku kreatif tetap hidup, meski peluang rasionalisasi anggaran masih terbuka.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menyatakan pihaknya tetap optimistis terhadap geliat ekraf tahun depan. Ia menyebut, dinamika anggaran tidak seharusnya menghambat produktivitas para pelaku kreatif.
“Kami berharap tidak ada hambatan besar. Tapi kalau bicara peluang anggaran, bisa saja ada rasionalisasi lagi di 2026,” ujarnya, pada Minggu (30/11/2025).
Untuk menjaga ekosistem tetap bergerak, Dispar Kukar menyiapkan tiga lokasi utama sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif. Simpang Odah Etam akan tetap menjadi ruang tampil generasi muda, sementara Pujasera dan Taman Tanjong dirancang dengan karakter yang lebih spesifik.
“Tiga lokasi ini akan menjadi poros pergerakan ekraf kami,” kata Zikri.
Taman Tanjong diarahkan sebagai pusat hiburan modern, menyediakan wadah bagi pertunjukan kreatif seperti stand-up comedy, aksi atraktif, hingga pertunjukan sulap.
“Taman Tanjong kami arahkan ke konsep hiburan modern. Masyarakat bisa memilih tontonan yang mereka inginkan,” jelasnya.
Sementara Pujasera akan menjadi titik utama pertunjukan musik, dari rock, pop, hingga dangdut. Identitas genre diperjelas agar penonton mudah menentukan pilihan hiburan yang sesuai minat.
“Identitas genre di setiap lokasi akan dibuat jelas. Jadi mau lihat anak band dengan beragam genre, datang ke Pujasera,” tambah Zikri.
Dispar Kukar juga memastikan keberpihakan kepada pelaku seni lokal. Semua penampil mendapatkan honor resmi sebagai bentuk penghargaan terhadap karya.
“Kami pastikan semua penampil dibayar. Itu prinsip kami,” tegasnya. Proses pendaftaran tampil tetap dibuka gratis, dengan pembayaran dilakukan sesuai mekanisme SPJ setelah penampilan.
Dengan penguatan konsep di tiga titik strategis ini, Dispar Kukar berharap ekosistem ekonomi kreatif pada 2026 berjalan lebih hidup, inklusif, dan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku kreatif dan masyarakat. Upaya ini juga sejalan dengan Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada Penguatan Seni Budaya dan Komunitas Kreatif yang menempatkan sektor ekraf sebagai ruang tumbuh talenta lokal dan pendorong kreativitas daerah. (Adv/Prokomkukar/Zii)

