Ilustrasi Posyandu.
Nagaraya.id, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisiatif meningkatkan efektivitas posyandu di seluruh kelurahan dan desa. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Keluarga Peduli Kesehatan yang bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak, serta mengatasi masalah stunting.
Arianto, selaku Kepala DPMD Kukar, menyatakan bahwa pihaknya akan memfokuskan upaya pada peningkatan peran posyandu. Hal ini termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang lebih lengkap, pembangunan posyandu baru, serta peningkatan kualitas pelatihan bagi para kader. Sebanyak 799 posyandu di Kukar akan menjadi sasaran dari program peningkatan ini. Pada tahun sebelumnya, DPMD telah melatih tiga dari lima kader posyandu, dan berencana untuk melanjutkan pelatihan bagi dua kader yang tersisa pada tahun ini.
“Tahun lalu, kami telah melatih tiga kader posyandu, dan tahun ini kami akan melanjutkan pelatihan untuk dua kader yang belum terlatih. Kami bertekad bahwa pada tahun 2025, seluruh kader posyandu di Kukar akan memiliki keahlian yang memadai,” kata Arianto.
Pelatihan ini akan dilakukan dengan kerjasama antara DPMD dan Dinas Kesehatan. Arianto juga menyerukan kepada masyarakat untuk secara aktif menggunakan fasilitas posyandu yang telah disediakan oleh pemerintah. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita dalam rangka pencegahan stunting.
“Kami mengharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dapat meningkat. Ini sangat penting untuk mencegah stunting. Kami juga akan memperbaiki atau membangun ulang posyandu yang kondisinya sudah tidak layak, sesuai dengan hasil kajian dan ketersediaan lahan,” jelas Arianto.
DPMD Kukar berharap, dengan peningkatan ini, posyandu dapat berperan lebih maksimal dalam mendukung kesehatan keluarga, khususnya dalam menangani dan mencegah stunting, sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan. (Adv/DPMD Kukar)

