Teks : Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser pusat pengembangan ekonomi kreatif ke tingkat kecamatan. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, strategi ini diwujudkan dengan menghadirkan event berskala nasional di setiap kecamatan sekaligus menargetkan 127 pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) setiap tahun.
Dispar Kukar menekankan bahwa event kreatif yang digelar bukan sekadar pertunjukan sesaat. Setiap kecamatan akan didukung penuh agar mampu mengembangkan kegiatan kreatif yang dikelola langsung oleh komunitas ekonomi kreatif (ekraf) setempat. Pendekatan ini diharapkan menciptakan aktivitas rutin yang tumbuh dari masyarakat.
“Tiap kecamatan nanti kita intervensi. Pengelolanya komunitas ekraf kecamatan, jadi mereka yang memegang kendali,” jelas Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, pada Rabu (26/11/2025)/
Selain program di tingkat kecamatan, Dispar Kukar juga menyiapkan dua kontes karya berskala nasional di tingkat kabupaten setiap tahun. Kontes tersebut menjadi ruang bagi produk-produk desa dan kelurahan, mulai dari kriya, kuliner, hingga desain, yang sebelumnya melalui proses kurasi.
“Tujuannya menstimulasi teman-teman ekraf supaya semakin percaya diri. Bahwa karya mereka memang diapresiasi,” lanjutnya.
Target berikutnya adalah memastikan karya yang lolos kurasi mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual. Dispar Kukar menetapkan target 127 pendaftaran HAKI per tahun, sekaligus sebagai tolok ukur produktivitas komunitas ekraf. Prosesnya akan didampingi pemerintah hingga tuntas, termasuk karya musik seperti lagu dan komposisi baru.
Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah, seperti DPMPTSP, Diskop UKM, Disperindag, dan Disdikbud. Sinergi lintas sektor ini diproyeksikan mempercepat pertumbuhan pelaku ekraf di seluruh wilayah kecamatan.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan setiap wilayah punya ruang berkarya yang sama,” tutup Zikri. (Adv/ProkomKukar/Zii)
Infografis: Kecamatan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Baru di Kukar
1. Strategi Utama Pemkab Kukar
• Menjadikan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif.
• Dispar Kukar menyiapkan event kreatif berskala nasional di setiap kecamatan.
2. Pengelolaan Event
• Dikelola langsung oleh komunitas ekraf kecamatan.
• Didorong menjadi kegiatan rutin, bukan event sesaat.
3. Kontes Karya Nasional Tingkat Kabupaten
• Dua kontes digelar setiap tahun.
• Menampilkan karya desa/kelurahan: kriya, kuliner, desain.
• Semua karya melalui proses kurasi.
4. Target HAKI
• 127 pendaftaran HAKI setiap tahun.
• Indikator produktivitas komunitas ekraf.
• Pendampingan termasuk untuk karya musik seperti lagu dan komposisi.
5. Kolaborasi Lintas OPD
• Dispar Kukar bekerja sama dengan:
• DPMPTSP
• Diskop UKM
• Disperindag
• Disdikbud
• Fokus pada pendampingan hingga hilirisasi karya.
6. Tujuan Akhir
• Pemerataan ruang berkarya.
• Penguatan ekosistem ekraf hingga level kecamatan.
• Menaikkan kepercayaan diri dan kapasitas pelaku ekraf.

