Teks : Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Ahmad Junaidi
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerataan layanan pendidikan di Kutai Kartanegara terus diperkuat melalui pengembangan akses transportasi bagi pelajar. Pemkab Kukar menargetkan hadirnya bus dan kapal khusus pelajar pada 2026 sebagai bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Langkah ini berangkat dari kondisi lapangan yang menunjukkan masih sulitnya akses pendidikan, terutama bagi pelajar di wilayah hulu dan pesisir yang bergantung pada angkutan sungai maupun lintasan antardesa.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, menyebut penyediaan transportasi pelajar menjadi prioritas pemerintah daerah karena tantangan geografis Kukar yang luas.
“Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik salah satunya adalah penyediaan sarana transportasi untuk angkutan pelajar berupa bus dan kapal,” katanya.
Hingga kini, Dishub Kukar telah menghadirkan sembilan unit bus pelajar yang tersebar di sembilan kecamatan. Pemerintah daerah menargetkan penambahan enam unit bus dan dua unit kapal tahun depan, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Daerah pesisir menjadi fokus awal. Dua kapal pelajar direncanakan untuk Desa Tani Baru Kecamatan Anggana dan Desa Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, wilayah yang setiap hari mengandalkan jalur sungai untuk menjangkau sekolah.
“Di sana ada beberapa desa pesisir seperti Tani Baru dan Sepatin. Anak-anak dari desa itu bersekolah di pusat kecamatan, jadi mereka butuh akses kapal,” jelasnya.
Wilayah hulu juga menjadi prioritas. Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun, misalnya, masih memiliki banyak pelajar yang harus menyeberang sungai untuk mencapai sekolah di pusat kecamatan.
Langkah ini diarahkan untuk memastikan pelajar di daerah terpencil dapat bersekolah dengan aman dan teratur, sehingga berdampak pada peningkatan kehadiran dan mutu layanan pendidikan di pelosok Kukar.
Dishub Kukar berharap perluasan transportasi pelajar ini dapat dijalankan bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah.
“Mudah-mudahan di 2026 bisa kita penuhi, tetapi tentu tergantung ketersediaan anggaran,” ujar Junaidi. (Adv/Prokomkukar/Zii)

