Teks : Plt. Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Kutai Kartanegara memasuki tahap penting. Pemerintah Kabupaten Kukar menyiapkan 827 posyandu dan puluhan ribu balita untuk terlibat dalam program makanan bergizi gratis yang mulai berjalan pada 2025. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam misi peningkatan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Dinas Kesehatan Kukar bertanggung jawab memimpin pendampingan kader sekaligus memastikan keamanan gizi makanan. Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menegaskan bahwa dinasnya fokus pada penguatan kapasitas kader sebagai pelaksana langsung di lapangan.
“Dinas Kesehatan itu kebagian dua kegiatan, pendampingan kader posyandu dan kontrol keamanan serta gizi makanan,” ujarnya pada Senin (24/11/2025).
Dalam RPJMD Kukar 2025–2029, jumlah balita penerima manfaat program tahun pertama ditetapkan sebanyak 43.858 anak, dengan penyesuaian sekitar 10 persen tiap tahun. Target lansia akan ditetapkan oleh Bagian Kesra Sekretariat Kabupaten Kukar. Program ini dirancang tidak hanya memperluas jangkauan layanan posyandu, tetapi juga memperbaiki kualitas pemantauan gizi di tingkat desa.
Dinkes menyiapkan pelatihan bagi kader yang tersebar di seluruh kecamatan. Pelatihan mencakup pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, hingga standar pelayanan posyandu.
“Kalau di posyandu itu kan ada enam standar pelayanan minimal. Nah, kader yang kita dampingi ini yang akan melaksanakan kegiatan di lapangan,” kata Kusnandar.
Anggaran pendampingan kader pada 2025 mencapai Rp112 juta dan meningkat menjadi Rp400,2 juta per tahun mulai 2026 hingga 2030. Selain itu, kegiatan kontrol keamanan dan gizi makanan dibiayai melalui dua subkegiatan, yakni pengelolaan pelayanan gizi masyarakat dan pengelolaan kesehatan lingkungan, dengan total anggaran Rp395 juta pada 2026 dan naik menjadi Rp491 juta pada 2030.
Kader posyandu akan menerima pelatihan penjamah makanan dari sanitarian puskesmas, disertai supervisi rutin. Penguatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci keberhasilan, terutama karena posyandu berada paling dekat dengan masyarakat dan menangani kelompok prioritas seperti balita dan lansia.
Kusnandar menekankan bahwa faktor masyarakat tetap menjadi penentu utama. Antusiasme kader akan sangat mempengaruhi keberlanjutan program.
“Yang penting ada yang mau jadi kader dulu. Soal kompetensi, nanti dilatih. Ada 25 kompetensi dasar yang wajib dikuasai,” tegasnya.
Beberapa kecamatan mulai menunjukkan kesiapan lebih awal, salah satunya Loa Janan yang telah melaksanakan pelatihan dan penimbangan serentak. Penguatan bertahap ini diharapkan memperluas pemerataan kualitas layanan posyandu hingga seluruh kecamatan.
Melalui pendampingan reguler dan peningkatan kapasitas kader secara menyeluruh, Pemkab Kukar menargetkan layanan kesehatan dasar semakin merata hingga ke desa-desa.
“Mereka sudah melakukan pelatihan kader posyandu. Jadi secara bertahap ini akan terus diperkuat,” tandas Kusnandar. (Adv/Prokomkukar/zii)
Infografis: 827 Posyandu Disiapkan untuk Program Makanan Bergizi Gratis di Kukar
1. Cakupan Program
• 827 posyandu disiapkan di seluruh kecamatan.
• Program makanan bergizi gratis mulai berjalan tahun 2025.
• Masuk prioritas layanan dasar: kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
2. Penerima Manfaat
• 43.858 balita menjadi penerima manfaat tahun pertama (2025).
• Ada penyesuaian ±10% setiap tahun.
• Target lansia ditetapkan Bagian Kesra Setkab Kukar.
3. Peran Dinas Kesehatan Kukar
• Pendampingan kader posyandu.
• Pengawasan keamanan dan gizi makanan.
• Fokus: penguatan kapasitas kader agar layanan lebih merata.
4. Kutipan Kunci
• “Dinas Kesehatan itu kebagian dua kegiatan, pendampingan kader posyandu dan kontrol keamanan serta gizi makanan.” — Kusnandar
• “Soal kompetensi, nanti dilatih. Ada 25 kompetensi dasar yang wajib dikuasai.” — Kusnandar
• “Secara bertahap ini akan terus diperkuat.” — Kusnandar
5. Pelatihan Kader
• Materi: pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, enam standar pelayanan posyandu.
• Penjamah makanan dilatih oleh sanitarian puskesmas.
• Supervisi rutin dilakukan untuk menjaga standar layanan.
6. Anggaran Program
• Pendampingan kader
• 2025: Rp112 juta
• 2026–2030: Rp400,2 juta per tahun
• Keamanan & gizi makanan
• 2026: Rp395 juta
• 2030: Rp491 juta
7. Kesiapan Kecamatan
• Salah satu yang sudah bergerak: Loa Janan
• Melakukan pelatihan kader
• Melaksanakan penimbangan serentak
8. Tujuan Utama Program
• Pemerataan layanan posyandu hingga desa.
• Penguatan pemantauan gizi balita dan lansia.
• Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat dasar.

