Teks : Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara memasuki tahap baru. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mulai menggulirkan program stimulan bagi pelaku kreatif di tingkat kecamatan, dengan nilai dukungan sekitar Rp100 juta yang diarahkan untuk mendorong tumbuhnya kegiatan seni, budaya, dan usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Program ini menjadi bagian dari dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang menargetkan penguatan 17 subsektor ekonomi kreatif. Dispar Kukar memastikan bantuan tidak hanya menyasar pengembangan produk, tetapi juga penguatan komunitas, event seni, serta pemunculan usaha kreatif baru untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Plt Kepala Dispar Kukar Arianto menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi kreatif di setiap kecamatan.
“Program ini diarahkan untuk menumbuhkan pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya bertahan, tapi bisa berdaya saing. Kami ingin kegiatan kreatif hidup dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya, pada Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi bagian dari pergeseran arah pembangunan Kukar yang mulai mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif. Kabupaten ini memiliki kekayaan seni, budaya, dan destinasi wisata yang dapat diolah menjadi peluang usaha baru.
“Kukar punya potensi luar biasa di bidang seni dan budaya. Melalui penguatan ekonomi kreatif, potensi ini bisa diolah menjadi peluang usaha yang membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.
Sejumlah kegiatan dalam program stimulan mulai berjalan tahun ini, sementara sebagian lainnya sedang disiapkan untuk dimasukkan dalam rencana kerja tahun depan. Dispar menargetkan pembentukan ekosistem kreatif yang berkelanjutan di seluruh kecamatan, bukan sekadar event musiman.
Penguatan pelaku kreatif ini juga diikuti dengan aktivasi ruang publik. Beberapa lokasi strategis seperti Pulau Kumala, Taman Kota Raja, Taman Tanjong, dan Simpang Odah Etam diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, hingga UMKM.
“Kami berkolaborasi dengan OPD lain untuk menghidupkan kembali ruang publik. Di Taman Kota Raja misalnya, kami siapkan area pujasera, lapak UMKM, dan memanfaatkan Gedung Ekraf sebagai pusat kegiatan pelaku kreatif,” jelas Arianto.
Pemerintah daerah menilai, ruang kreatif yang inklusif dapat memperkuat kolaborasi antarkomunitas dan membuka ruang ekspresi bagi generasi muda. Keberadaan ruang publik yang aktif juga mendorong inovasi produk lokal yang dapat bersaing lebih jauh.
Bantuan ini sekaligus memberikan peluang bagi pelaku di berbagai subsektor mulai dari kuliner hingga konten digital untuk menumbuhkan usaha berbasis potensi daerah. Dukungan Dispar diharapkan mempercepat tumbuhnya usaha baru yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin ekosistem kreatif ini terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Arianto. (Adv/prokomkukar/zii)
Infografis – Program Stimulan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar
1. Fokus Utama Program
• Penguatan ekonomi kreatif di seluruh kecamatan.
• Dukungan stimulan sekitar Rp100 juta per kecamatan.
• Mendorong tumbuhnya seni, budaya, dan usaha kreatif berbasis potensi lokal.
2. Bagian dari Visi Kukar Idaman Terbaik
• Menyasar 17 subsektor ekonomi kreatif.
• Dukungan tidak hanya pada produk, tetapi juga komunitas, event, dan usaha baru.
3. Pesan Utama Dispar Kukar
• Membentuk pelaku kreatif yang berdaya saing dan mandiri.
• Mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor ekstraktif.
• Mengolah seni, budaya, dan wisata menjadi peluang usaha.
4. Tahapan Pelaksanaan
• Sejumlah kegiatan mulai berjalan tahun ini.
• Sebagian sedang disiapkan untuk masuk rencana kerja tahun depan.
• Target utama: ekosistem kreatif yang berkelanjutan, bukan event musiman.
5. Aktivasi Ruang Publik
• Lokasi prioritas: Pulau Kumala, Taman Kota Raja, Taman Tanjong, Simpang Odah Etam.
• Pengembangan pujasera, lapak UMKM, dan pemanfaatan Gedung Ekraf.
6. Dampak yang Diharapkan
• Ruang kreatif inklusif bagi komunitas dan generasi muda.
• Pertumbuhan inovasi produk lokal.
• Peluang usaha bagi subsektor kuliner hingga konten digital.
• Peningkatan kesejahteraan masyarakat.
7. Pernyataan Penutup
• “Kami ingin ekosistem kreatif ini terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.”

