Teks : ilustrasi satelit jaringan internet
Nagaraya.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya menuju kemandirian digital di desa mulai ditegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui Program Internet Desa, pemerintah menargetkan seluruh wilayah termasuk hingga tingkat RT, sudah memiliki akses internet stabil dan terjangkau pada 2026.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut perluasan jaringan internet sebagai fondasi penting untuk membangun pemerintahan dan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi. Program ini dirancang agar setiap desa mampu mengelola layanan internetnya secara mandiri tanpa bergantung pada penyedia konvensional.
“Prinsipnya, setiap RT akan memiliki akses internet sendiri. Pemerintah menyiapkan dukungan anggaran agar layanan ini bisa dikelola langsung di tingkat masyarakat,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).
Skema pembiayaan memanfaatkan alokasi dana RT sebesar Rp150 juta per tahun. Melalui dukungan ini, setiap RT dapat memasang layanan internet satelit seperti Starlink, dengan biaya awal sekitar Rp5-7 juta dan biaya langganan bulanan sekitar Rp2 juta. Opsi satelit dinilai efisien untuk menjangkau kawasan yang sulit terhubung jaringan fiber optik.
Namun, Pemkab Kukar kini menyesuaikan kebijakan menyusul perubahan layanan Starlink. Paket kategori rumah tangga yang sebelumnya digunakan beberapa desa, seperti Sungai Bawang di Kecamatan Anggana, saat ini tidak lagi tersedia. Pemerintah sedang berkoordinasi agar tetap bisa menggunakan layanan satelit serupa tanpa membebani anggaran daerah.
Di sisi teknis, Dinas Kominfo Kukar mulai melakukan pemetaan lapangan untuk menentukan teknologi paling sesuai di setiap wilayah. Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar, Eri Hariyono, menjelaskan bahwa survei lapangan akan menjadi fokus pada 2025.
“Pemetaan ini sangat penting karena kondisi geografis Kukar tidak sama. Ada desa yang pusatnya sinyalnya bagus, tapi RT di bawah perbukitan sama sekali tidak terjangkau,” ucapnya.
Hasil pemetaan akan menjadi dasar pelaksanaan program pada 2026, yang dilakukan secara bertahap. Dua prioritas utama meliputi peningkatan layanan publik di kantor desa dan penyediaan internet gratis untuk masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi.
Kukar sendiri memiliki wilayah dengan topografi beragam, mulai dari dataran rendah hingga perbukitan. Tantangan ini membuat pendekatan berbasis satelit menjadi pilihan paling realistis untuk memastikan pemerataan akses digital.
Selain memperluas jaringan internet, Diskominfo Kukar juga mendorong digitalisasi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, layanan RT, hingga sistem informasi publik di seluruh perangkat daerah.
“Semua diarahkan untuk memperkuat visi Kukar Idaman Terbaik, yakni pemerintahan yang inovatif, digital, dan melayani,” tandasnya. (Adv/prokomkukar/Zii)

